Agustus 31, 2008
· Disimpan dalam Kabar Gedung III
Berkembangnya teknologi informasi membuat kita menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi dan mencari informasi serta mempersempit dunia yang luas ini.
Mapala Graminea sebagai sebuah organisasi kepecintaalaman tidaklah terpaku hanya sebatas sebagai sebuah organisasi yang berbau kepecintaalaman, tapi graminea adalah organisasi yang peka dan dinamis yang selalu menyesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Saat ini graminea sedang membangun fasilitas Internet dengan basis wireles unlimited, diharapkan nantinya fasilitas ini akan membantu seluruh anggota mapala graminea dalam mengembangkan diri dan kemampuannya baik dalam skill kepecintaalaman maupun dalam menunjang perkuliahan. selain dimanfaatkan oleh anggota mapala graminea fasilitas ini bisa dinikmati oleh mahasiswa Faperta unlam dengan GRATIS, ini merupakan wujud kepedulian mapala graminea terhadap mahasiswa lainnya.
Dengan adanya fasilitas Internt Hotspot graminea diharapkan Sekretariat Mapala Graminea akan menjadi pusat informasi dan gerakan bagi kegiatan mahasiswa Faperta khususnya.
Fasilitas Ini di dukung sepenuhnya oleh anggota luarbiasa mapala graminea, karena semua pendanaan didukung oleh Iuran Anggota Luarbiasa yang di Koordinir oleh Amang Udhur Redhani.
Team IT Graminea
Adhenan
Agustus 30, 2008
· Disimpan dalam Tulisan
SELURUH ANGGOTA MAPALA GRAMINEA FAKULTAS PERTANIAN UNLAM
MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1429 H
SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN SEMPURNA
Agustus 23, 2008
· Disimpan dalam Kegiatan · Tagged anggota muda, aur bunak, kelotok, lantap, meratus
by Oetuh
Pada hari pertama Senin, tanggal 28 Juli 2008 adalah hari keberangkatan kami melakukan Ekspedisi ke Mandin di Daerah Pegunungan Meratus (Gunung Aur Bunak) di daerah Kabupaten Banjar. Persiapan kami sudah seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan baik fisik, perlengkapan yang akan di perlukan selama kegiatan, dan membagi konsumsi ke setiap peserta yang melakukan ekspedisi. Kegiatan yang akan kami laksanakan adalah SAR (Search and Resceu), RG (Rimba Gunung) dan PMLH (Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup). Setelah harinya sudah tiba kami dan semua perlengkapan sudah di packing tinggal menunggu acara pelepasan. Setelah transportasi tiba kami memasukkan perlengkapan yang akan di gunakan selama kegiatan. Peserta yang berangkat berjumlah 5 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki(Marhat ‘Utuh’, Juwadi ‘Jojo’, Haris ‘Derik’) dan 2 orang perempuan (Maya ‘ Ndut’, Nova ‘Butet’) dan di dampingi oleh 4 orang senior yang terdiri dari 3 orang laki-laki (Aan Yuliono ‘Jablay’, Aditya Indi Kusuma ‘Pat kay’, Purwanto ‘Four’) dan 1 orang perempuan(Hermi Priyanti ‘Gembel’) Setelah kami semua berkumpul lalu melakukan acara pelepasan dan do’a bersama, dari senior kami mendapat amanat dan nasihat untuk para peserta yang melakukan Ekspedisi.
Kami masuk ke dalam taksi dari Sekretariat Mapala Graminea sekitar pukul 09.15 wita langsung melakukan perjalanan ke Aranio sekitar 1 jam dalam perjalanan. Setiba di Aranio pukul 10.30 Wita kami keluar dari taksi dan memasukan perlengkapan yang di bawa ke dalam transportasi berikutnya (Kelotok).
Karena keberangkatan kelotok sekitar pukul 12.00 Wita kami semua menunggu sambil santai di warung dan membeli keperluan yang masih kurang. Setelah kebengkatan kelotok kami semua berkumpul dan masuk ke dalam. Dalam perjalanan dengan alat transpotasi kelotok yang lama perjalanan sekitar 2 jam, selama perjalanan dalam kelotok kami dapat melihat pemandangan di sekitar Riam Kanan. Setelah kami tiba di Mandin Moro kami langsung keluar dari kelotok dan memakai Cirrer serta memasang plang dan tanda pita untuk mengetahui jalur balik. Karena perlengkapan yang di bawa cukup banyak kami langsung melakukan perjalanan sekitar 800 meter dari tepi hutan untuk membuat Base Camp. Tempat untuk bermalam adalah sebuah pondok petani (lampau) yang sudah lama di tinggal oleh pemiliknya, pondok itu kami perbaiki dan aman untuk bermalam. Sebagian dari kami langsung mengeluarkan perlengkapan masak dan ada yang mencari kayu bakar untuk membuat api pada malam hari. Setelah hari sudah menjelang sore sebagian dari kami ada yang beristirahat dan mandi. Setelah kami semua terkumpul segera menyiapkan makanan untuk makan malam bersama-sama. Selesai makan malam sebagian dari kami ada yang beristirahat sambil ramah-tamah. Setelah waktu sudah cukup untuk beristirahat kami mengadakan rapat evaluasi sekitar pukul 20.00 Wib untuk membicarakan rangkaian kegiatan besok yang akan di laksanakan dan nasihat dan pesan-pesan dari senior yang mendampingi selama kegiatan di laksanakan. Setelah selesai rapat evaluasi sebagian dari kami ada yang istirahat dan ada yang ronda malam secara bergantian.
Baca entri selengkapnya »
Agustus 22, 2008
· Disimpan dalam Tulisan · Tagged Add new tag, alami, graminea, perstisida, pupuk, udhur
by : Rudhy Udhoer Redhanie
Tanaman seperti halnya mahluk hidup memerlukan makanan/hara untuk hidup dan berkembang biak. Tanaman memperoleh makanan terutama dari cadangan mineral yang ada di dalam tanah yang terkandung dalam bahan organik, limbah organik, bakteri penambat nitrogen, endapan melalui udara, dll. Unsur hara diperoleh tanaman dari tanah diubah menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesa tumbuhan/tanaman
Ketersediaan makanan tumbuhan dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah menyediakan hara dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan. Definisi ini seringkali dipahami terlalu sempit dengan hanya mempertimbangkan sifat kimia/kesuburan tanah yang hanya menyangkut jumlah dan ketersediaan unsur hara yang dikandung tanah. Konsep kesuburan tanah sebenarnya jauh lebih luas. Aspek keseuburan adalah sifat fisik tanah, kerapatan lindak tanah, kedalam perakaran, struktur dan porositas tanah/kerenggangan tanah/kemampuan meresapkan air.
Untuk mendapatkan kesuburan tanah diperlukan penambahan bahan-bahan yang mengandung unsur hara. Unsur hara organik dapat diperoleh dari sisa hasil panen, bahan yang berasal dari luar usaha, bisa juga berasal dari tanaman kacang-kacangan, dll. Salah satu langkah untuk mengmbalikan kesuburan tanah Usaha pertanian organik seringkali dilakukan dengan mengembalikan sisa hasil panen ke sawah, namun daur limbah pertanaman ini tidak cukup untuk menggantikan keseluruhan unsur hara yang hilang. Perbaikan kesuburan tanah dapat diusahakan dengan membuat pupuk organik sendiri.
Baca entri selengkapnya »
Agustus 22, 2008
· Disimpan dalam Kegiatan

Achonk berdebat dengan KIss

apa nang salah nya?

Serius amat gadis nah