by Oetuh
Pada hari pertama Senin, tanggal 28 Juli 2008 adalah hari keberangkatan kami melakukan Ekspedisi ke Mandin di Daerah Pegunungan Meratus (Gunung Aur Bunak) di daerah Kabupaten Banjar. Persiapan kami sudah seminggu sebelum kegiatan dilaksanakan baik fisik, perlengkapan yang akan di perlukan selama kegiatan, dan membagi konsumsi ke setiap peserta yang melakukan ekspedisi. Kegiatan yang akan kami laksanakan adalah SAR (Search and Resceu), RG (Rimba Gunung) dan PMLH (Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup). Setelah harinya sudah tiba kami dan semua perlengkapan sudah di packing tinggal menunggu acara pelepasan. Setelah transportasi tiba kami memasukkan perlengkapan yang akan di gunakan selama kegiatan. Peserta yang berangkat berjumlah 5 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki(Marhat ‘Utuh’, Juwadi ‘Jojo’, Haris ‘Derik’) dan 2 orang perempuan (Maya ‘ Ndut’, Nova ‘Butet’) dan di dampingi oleh 4 orang senior yang terdiri dari 3 orang laki-laki (Aan Yuliono ‘Jablay’, Aditya Indi Kusuma ‘Pat kay’, Purwanto ‘Four’) dan 1 orang perempuan(Hermi Priyanti ‘Gembel’) Setelah kami semua berkumpul lalu melakukan acara pelepasan dan do’a bersama, dari senior kami mendapat amanat dan nasihat untuk para peserta yang melakukan Ekspedisi.
Kami masuk ke dalam taksi dari Sekretariat Mapala Graminea sekitar pukul 09.15 wita langsung melakukan perjalanan ke Aranio sekitar 1 jam dalam perjalanan. Setiba di Aranio pukul 10.30 Wita kami keluar dari taksi dan memasukan perlengkapan yang di bawa ke dalam transportasi berikutnya (Kelotok).
Karena keberangkatan kelotok sekitar pukul 12.00 Wita kami semua menunggu sambil santai di warung dan membeli keperluan yang masih kurang. Setelah kebengkatan kelotok kami semua berkumpul dan masuk ke dalam. Dalam perjalanan dengan alat transpotasi kelotok yang lama perjalanan sekitar 2 jam, selama perjalanan dalam kelotok kami dapat melihat pemandangan di sekitar Riam Kanan. Setelah kami tiba di Mandin Moro kami langsung keluar dari kelotok dan memakai Cirrer serta memasang plang dan tanda pita untuk mengetahui jalur balik. Karena perlengkapan yang di bawa cukup banyak kami langsung melakukan perjalanan sekitar 800 meter dari tepi hutan untuk membuat Base Camp. Tempat untuk bermalam adalah sebuah pondok petani (lampau) yang sudah lama di tinggal oleh pemiliknya, pondok itu kami perbaiki dan aman untuk bermalam. Sebagian dari kami langsung mengeluarkan perlengkapan masak dan ada yang mencari kayu bakar untuk membuat api pada malam hari. Setelah hari sudah menjelang sore sebagian dari kami ada yang beristirahat dan mandi. Setelah kami semua terkumpul segera menyiapkan makanan untuk makan malam bersama-sama. Selesai makan malam sebagian dari kami ada yang beristirahat sambil ramah-tamah. Setelah waktu sudah cukup untuk beristirahat kami mengadakan rapat evaluasi sekitar pukul 20.00 Wib untuk membicarakan rangkaian kegiatan besok yang akan di laksanakan dan nasihat dan pesan-pesan dari senior yang mendampingi selama kegiatan di laksanakan. Setelah selesai rapat evaluasi sebagian dari kami ada yang istirahat dan ada yang ronda malam secara bergantian.
Pada hari kedua Selasa 29 Juli 2008 sudah menjelang pagi sekitar 06.00 Wita kami semua bangun dan sebagian ada yang masih tidur. Karena nasi sudah di masak oleh kawan yang dapat ronda pada waktu subuh jadi kami tinggal memasak sayur saja lagi. Setalah bangun langsung cuci muka dan memasak sayur untuk sarapan pagi. Setelah kami sarapan pagi kami langsung mancuci perlengkapan yang telah digunakan. Setelah perlengkapan yang digunakan di packing lagi ke dalam Cirrer untuk melanjutkan perjalanan ke Bukit Manjam dan Flying Camp I. Setelah kami semua terkumpulsekitar pukul 08.15 Wita kami melakukan senam dan berdo’a untuk kelancaran kegiatan berikutnya. Kami mulai melakukan perjalanan yang sebagai liadder adalah salah satu dari pendamping (Purwanto) serta membersihkan jalur yang akan di lewati dan ada yang memasang tanda pita untuk jalur balik (Patkay). Hari sudah menjelang siang sekitar pukul 10.10 Wita salah satu peserta (Butet) pingsan dan terjatuh karena sesak nafas dan langsung di bantu oleh senior (Aan dan Patkay) yang pendamping mengangkatnya ketempat yang agak teduh untuk istirahat. Setelah beristirahat sekitar 20 menit kami selanjutnya melakukan perjalanan lagi dan perlengakapan peserta yang tadi pingsan di pindah sebagian kepeserta yang lain. Karena dalam perjalanan sambil membersihkan jalur dan memasang tanda pita jalur untuk pulang. Karena jalur yang di jalani adalah tanjakan dan banyak terdapat pohon tumbang jadi dalam perjalanan waktu yang di gunakan sekitar 4,5 jam. Setelah kami sampai di Puncak Manjam pukul 11.30 Wita kami langsung beristirahat dan merebus air panas serta menikmati roti yang sudah di sediakan serta memasang plang. Waktu untuk beristirahat sudah cukup sekitar 30 menit kami langsung mempacking perlengkapan yang telah di gunakan. Melanjutkan perjalanan ke Flying Camp I. Setelah kami berjalan cukup lama sekitar 3 jam dan melelahkan karena banyak tenaga yang terkuras, tak terasa dari kami sudah sampai di Flying Camp I. Sebagian dari kami yang sudah sampai duluan langsung membuat Base Camp dan memsang plang serta ada yang menyiapkan masakkan untuk makan malam. Setelah semua pekerjaan selesai, sebagian ada yang mandi dan mancing ikan. Setelah hari sudah agak sore kami makan bersama-sama. Selesai makan kami ada yang beristirahat dan ada yang masih santai. Selanjutnya mengadakan rapat evaluasi untuk membicarakan kegiatan yang akan di laksanakan yaitu perjalanan ke Mandin Sagunung dan waktu sudah di tentuakan untuk bangun pagi kami semua setuju dengan keputusan tersebut. Setelah rapat selesai sebagian dari kami ada yang langsung istirahat dan ada yang masih berbincang-bincang. Dan ronda malam bergantian.
Setelah hari Ketiga Rabu 30 Juli 2008 menjelang pagi sekitar pukul 06.00 Wita kami langsung bangun dan melakukan aktivitas keseharian untuk sarapan pagi. Setelah semua sarapan pagi kami langsung mempacking perlengkapan yang akan di bawa ke Mandin Sagunung. Setelah semua selesai kami langsung senam dan berdo’a sekitar pukul 08.15 Wita. Kami selanjutnya berjalan ke tempat Mandin Sagunung dengan menyusuri pinggiran sungai yang sebagai lidder adalah Aan dan Patkay. Dalam perjalanan kami terhambat karena kehilangan jalur oleh pohon yang tumbang. Setelah kami sampai di tepat Mandin Sagunung kami langsung takjub melihat air terjun tersebut dan sebagian dari kami ada yang langsung mandi dan ada yang memasak air panas sekitar pukul 11.30 Wita. Sebagian santai sejenak memasang plang dan menikmati pemandangan sekitar sambil menikmati konsunsi yang sudah di sediakan. Kami langsung mandi dan berfoto-foto di bawah air terjun. Setelah kami puas mandi dan foto-foto sekitar 30 menit lalu santai untuk melanjutkan pulang ke Flying Camp I melanjutkan kegiatanselanjutnya yaitu PMLH. Setelah perlengkapan kami packing lalu kami melanjutkan perjalanan pulang, yang sebagai lidder adalah Jojo dalam perjalanan kami melihat Ular yang berada di pohon kecil di pinggir jalan yang kami lewati. Setiba kami di Flying Camp I sekitar pukul 15.00 Wib, sebagian dari kami ada yang masak air panas dan istirahat sejenak untuk kegiatan selanjutnya PMLH. Kami langsung mengadakan menginventarisasi Flora dan Fauna yaitu mengamati tanaman mulai dari jarak 5 meter yaitu tanaman semak dan lumut yang di catat dan selanjutnya sampai 20 meter, yaitu tanaman yang berdiameter besar yang dicatat dan di ambil daun serta kulitnya karena jenis tanaman tersebut tidak di ketahui. Setelah kegiatan PMLH sudah selesai sebagian dari kami ada yang menyiapkan untuk makan malam dan adayang mandi serta memancing ikan. Setelah semua sudah selesai kami makan malam bersama-sama dan selesai makan kami bersantai sejenak lalu mengadakan rapat evaluasi untuk kegiatan yang akan di lakukan pada hari berikutnya perjalanan ke Mandin Tinggi dan Flying Camp II, setelah semua sudah sepakat dengan jadwal yang sudah di tentukan untuk kegiatan besok dan rapat berakhir sebagian dari kami lansung istirahat dan sebagian ada yang ronda malam secara bergantian.
Hari keempat Kamis tanggal 31 Juli 2008 sudah pagi sekitar pukul 06.00 Wita sebagian dari kami sudah bangun dan menyiapkan bahan makanan untuk sarapan pagi dan kami semua sarapan pagi selanjutnya melakukan senam serta berda’o bersama-sama sekiotar pukul 08.15 Wita. Kami melakukan perjalanan ke Mandin Tinggi dan Flying Camp II dan yang sebagai lidder adalah Aan dan Patkay. Karena cuaca tidak mendukung dalam perjalanan ada sempat gerimis. Tapi kami tetap melakukan perjalanan dan kami istirahat di pertigaan sungai untuk foto-foto setelah sudah cukup waktu untuk beristirahat kami melanjutkan perjalanan lagi ke Mandin Tinggi. Setiba kami di Mandin Tinggi sekitar pukul 11.15 Wita kami semua takjub menyaksikannya tapi Mandin Tinggi itu hanya kami lewati untuk menuju ke Flying Camp II. Setelah kami sampai di Flying Camp II sebagian dari kami langsung merebus air panas untuk buat minum adalah Jojo dan membuat api untuk menghangatkan badan adalah salah satu pandamping Puranto dan merebus mie. Setelah mie masak kami makan bersama-sama setelah selesai makan mie kami berfoto-foto dan berdo’a untuk balik lagi ke Mandin Tinggi yang sebagai lidder adalah Haris. Setelah kami mau sampai di Mandin Tinggi tapi terlewati dan kami balik lagi, setelah kami sampai di bawah air terjun langsung berfoto-foto. Di sana hujan sangat lebat dan salah satu pendamping membuka Flysit untuk buat tenda karena salah satu pendamping yang ke dinginan adalah Harmi dan kawan yang lain merebus air panas. Setelah hujan sudah reda kami langsung langsung balik ke Flying Camp I sekitar pukul 12.30 Wib yang sebagai lidder adalah Haris. Di dalam Perjalanan kami menemukan Ular lagi di pohon kecil. Setelah kami sampai di Flying Camp I pukul 15.00 Wib sebagian ada yang membuat api dan langsung mandi untuk membersihkan badan. Dan sebagian dari kami ada yang memasak untuk makan malam. Kami semua makan malam dengan persediaan yang tersisa. Setelah selesai makan malam, kami langsung mengadakan rapat evaluasi untuk kegiatan pulang ke Mandin Moro. Setelah rapat selesai sebagian dari kami ada yang istirahat dan ronda malam bergantian.
Hari kelima Jum’at tanggal 01 Agustus 2008 kami bangun lebih awal dari biasanya sekitar pukul 05.50 Wita dan sebagian ada yang masak dan merebus air panas serta membungkar tenda untuk di packing dan setelah semua selsesai kami langsung makan bersama sekitar pukul 07.15 Wita, kami senam dan berdo’a lalu melanjutkan perjalanan pulang ke Mandin Moro dan yang sebagai lidder adalah Haris. Kami semua balik mengikuti jalur yang sudah di lewati awal melakukan perjalanan. Setelah kami sampai di Puncak Manjam sekitar pukul 11.00 Wita kami beristirahat sebentar dan berfoto-foto. Kami langsung melanjutkan perjalanan turun dari Puncak Manjam. Setelah pukul 11.45 Wita perjalanan kami hentikan karena hari sudah menjelang siang dan kami langsung merebus air dan makan roti, ada yang santai sambil bersandar di bawah pohon. Setelah hari sudah siang sekitar pukul 13.40 Wib kami segera mempacking prlengkapan yang sudah di gunakan ke dalam Cirrer dan kami melanjutkan perjalanan balik ke Mandin Moro. Setelah sampai di dekat sungai kami beristirahat untuk memasak dan makan siang sekitar pukul 15.00 Wib. Sebagian dari pendamping kami ada yang mandi dan menjemur pakaian yang masih basah, setelah kami makan bersama-sama lalu membersihkan tempat yang telah di gunakan untuk istirahat makan, dan kami mempacking lagi perlengkapan yang telah di pakai pada saat masak. Kami melanjutkan perjalanan ke tepi Riam Kanan untuk membuat Base Camp. Setelah berjalan sekitar 20 menit yang sebagai lidder adalah Haris, dalam perjalanan lidder terlewati jalan untuk ke tepi Riam Kanan dan salh satu dari kami menriakinya untu kembali ,kami sudah sampai di tepi Riam Kanan dan mencari tempat untuk membuat Base Camp dan sebagian ada membuat api. Setelah di tentukan tempat untuk buat Base Camp kami langsung mengeluarkan perlengkapannya. Setelah selesai buat Base Camp kami memasukkan perlengkapan yang kami bawa. Dan perkerjaan sudah selesai sebagian dari kami ada yang mandi dan santai menjelang sore. Setelah itu sebagian dari kami menyiapkan perlengkapan untuk makan malam, dan kami makan bersama-sama walaupun sebagian tidak makan. Selesai makan kami langsung mengadakan rapat evaluasi untuk pulang ke Aranio dan Banjarbaru. Setelah sudah selesai selanjutnya kami memasukkan titik koordinat kedalam peta yang di bawa. Setelah selesai kami istirahat dan ronda secara bergantian, pada saat istirahat beberapa kali kami terbangun karena Base Camp di terpa oleh angin yang sangat kencang.
Hari keenam Sabtu tanggal 02 Agustus 2008 kami bangun pagi sekitar pukul 06.30 Wita kami tidak memasak, cuma merebus air panas dan membongkar lagi Base Camp untuk mempacking ke dalam Cirrer. Setelah kami bersantai beberapa saat jemputan kami datang. Sebelum kami memasukan perlengkapan kedalam kelotok, kami berfoto-foto terlebih dahulu dan langsung memasukkan perlengkapan kedalam kelotok. Perjalanan kami di kelotok selama 2 jam dan kami semua tiba di Aranio, mengeluarkan perlengkapan kami langsung menuju warung untuk bersantai sejenak sebelum melanjutkan pulang ke Banjarbaru. Setelah waktu cukup untuk istirahat kami langsung masuk kedalam taksi yang lama perjalanan sekitar 1 jam. Setiba kami di Banjarbaru kami berjalan kaki untuk menuju Sekretariat Mapala Graminea, dan kami memasukan perlengkapan ke dalam gudang. Setelah semua perlengkapan di masukkan ke dalam gudang lalu kami bersantai di bawah pohon ketapi. Itu gambaran yang kami bisa sampaikan dalam perjalanan selama kegiatan Ekspedisi di Daerah Riam Kanan Pegunungan Meratus (Aur Bunak) Kabupaten Banjar.
Jaya Graminea……….. Rimbas!!!!!!!
dEr@ berkata,
Agustus 23, 2008 @ 12:53 am
Hebat. euy, naik taksi…..kalo kami dulu masih naik angkot..wakakakakakak….
Emang susah sekarang ya cari gunung dan hutan yg masih bagus..apa cuma tinggal Aurbaunak yg tersisa…? ato sebenarnya masih ada yg lain..? kayaknya ekspedisi graminea yg akan datang bagusnya meng-eksplorasi kawasan yg lain lagi deh…
Biar tambah Mantap.. kasih ulasan ttg kondisi ekologi-nya donk..
Salut dan Tetap Semangat..!!!
gaboek berkata,
September 4, 2008 @ 11:11 am
perjalanan dengan waktu yang lawas ternyata sasat euy …..
fkusmana berkata,
September 5, 2008 @ 2:16 pm
sasat?
fardian berkata,
September 11, 2008 @ 3:48 am
selamat gasan adink2 mapala…wayah ini canggih banar sudah SDM mapala
garaminea.. jauh waktu jaman kami dulu…..mudahan tambah jaya dan sukses… salam dr fardian /angkatan 90….salam gasan amang fahri, amang husin,amang erwan, amang ujad, dan yg fenomenal amang oedoer….jua amang budi aboek…
Rudy R berkata,
September 14, 2008 @ 8:59 pm
BOleh juga tuh report ekologinya, atau yang lebih sederhana, report pang hasil inventarisasi flora fauna. Udah berapa tahun nih Kawasan aur bunak ni jadi play ground nya anak Graminea.
Usul….dulu buhan nang tuha pernah bekesahan bahwa mun urang kampung masuk ka Aur Bunak ni…..biar sasat kada akan mati kelaparan karena banyak tumbuhan yang bisa di makan. Paling kaluarnya ja kada tantu harinya. Gal pang data tumbuhan nang kawa di makan tu. Bikin buku saku Aur Bunak : Graminea, Guide to Survival. Manfaatkan ilmu floranya, bisa minta asistensi sama bu Rodinah. Siapa tahu sidin himung.
Eh….amang Fardian ni sekarang kada amang lagi, sudah haji sidin. Mun batamuan sidin lihati dahi sidin biru karena kabanyakan sujud, sugih pulang wahini. Padahal dahulu tu …liwar jua nakalnya. Ha……..ha……..ha……lakasi mintai sumbangan.