Oleh : dEr@
“Kebanggaanku pada Kalian..sahabat, teman, saudara…”
“perjalanan sang waktu, menembus segala batasan..kadang pisah menggelisahkan.. namun harapan di ujung horizon menggugah langit dengan warna-warni bianglala”
Menyambung cerita yang sempat tertunda karena berbagai kesibukan, mudahan masih ga bikin bosan….Salam Hormat untuk Erwan..Salut untuk Adhenan atas dedikasinya untuk Graminea tercinta, dan Salam Lestari untuk yang lain…
Sore itu di antara gedung tiga dan gedung empat Kampus Unlam Banjarbaru, nampak bergerombol sekelompok mahasiswa..Beberapa diantaranya sibuk membuat simpul dari tali dan beberapa lainnya memanjat pohon besar (entah pohon apa, lupa juga neh..kayaknya pohon flamboyan deh..). Aku datang agak telat, karena emang ada kuliah siangnya..(caelah..sok rajin..). Bersama-sama Riyad, Winarso, Tika (tika yg cewe, karena ada juga Tika cowo alias Kartika Riyadi)..Away, Dicky dll deh menunggu senior-senior selesai pasang ini itu dan kayaknya sengaja dibuat seolah-olah ribet deh…padahal pas udah bisa bikin simpul dan pasang alat panjat..ternyaga ga ribet-ribet amat….mungkin maksudnya show off begetoooh…he he he he..(Bukan Begitu ketua Budi-Abuk dan Ketua Erwan…hahahahaha..)
Ada Heru BA..dah pasang wajah Playboy melayunya di sana..(Apa kabar Pak Heru… lama juga ga bertemu…dah 15 tahun..?? lebih mungkin yah..Salut & Hormatku utk Bapak..). Secara Ringkas, kami di kasih tau..apa aja yang ada di hadapan kami saat itu..dan kami mo ngapain..tapi ga pedulu deh…yg penting dateng and ketemu ama gebetan….Kegiatan kali ini ternyata prusiking dan Rappeling…yang akhirnya menjadi awal bagi kami untuk selanjutnya terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya….Ada Pekan Murah Ramadhan, ada GWO (Graminea Wall Obsession) dll deh….termasuk juga berbagai ekspedisi dan undangan di luar daerah….Menyenangkan..!!! penuh suka cita dan seakan-akan hidup penuh dengan harapan ketika bersama dalam setiap kegiatan Graminea.
Mungkin agak sedikit ngoyo kalo aku bilang bahwa, berbagai pengalaman yang aku dapat di Graminea adalah dasar bagiku untuk menambah wawasan dan kapasitas, sebagai anak Mapala, aku merasa di anggap dalam pergaulan Kampus…dan untuk itu aku merasa bahwa Eksistensi Ke-Mapala-an ku harus terlihat…emang sih…ga bener juga kalo terlalu menjadi eksistensialist…dan itu akhirnya aku sadari juga…dan aku juga yakin temen-temen yang lain juga gitu….
Kesan yg mendalam yang sampai saat ini tidak pernah bisa terlupakan, menjadi bagian dari Mapala Graminea ternyata juga menjadi bagian dari aktivitas kampus dan menjadi pendobrak…menjadi pelopor…itu aku dapatkan ketika pertama kali ikut terlibat dalam Mimbar Kampus yang di motori oleh Bilal Sang Revolusioner…(Apa khabarnya Om Bilal…lama sekali tidak berjumpa….kapan kita bikin aksi lagi…Salam Hormat untuk mu..). Hampir semua mereka yang terlibat aksi saat Mimbar Kampus di tahun 1990 itu adalah anak Mapala Graminea…bisa kalian bayangkan, saat NKK-BKK membelenggu kebebasan Kampus, saat Rezim Otoriter menjadi penguasa…Anak-anak muda Graminea berani menyuarakan pendapatnya dengan lantang…masih ingat betul bagaimana Bilal, Bambang berorasi…(apa khabar mas Bambang..dimana sekarang..?? Salam Hormatku juga buatmu..). Sebuah pendidikan Politik yang luar biasa yang aku dapatkan dari Mapala Graminea…dan aku yakin benar..ga ada satupun organisasi kampus yang berani melakukan hal itu…Hanya Mapala Graminea yang berani menjadi motor bagi gerakan kampus pada masa itu…
Kebebasan Kampus yang terpasung, diterabas dan didobrak…kalimantan Selatan Geger, di Koran lokal berita itu cukup mengemparkan, anak-anak Senat di Banjarmasin bahkan dengan serta merta datang dan bergabung….Jadi Kawan-kawan muda Graminea… berbanggalah…karena Graminea adalah Pelopor Gerakan Kampus dimasa Rezim Otoriter masih berkuasa…
Saat ini…aku mengingat kembali masa-masa indah dulu..yang manis-nya masih terasa dihati…ups…rada melow neh…hehehehe…ga papa tohk…pada dasarnya aku emang melankolis dan romantis kok, rada sentimentil dikiit. Hehehehehe….kok jadi narsis… Ok lanjut..yah…
Kenyataan yang terjadi di sekitar kita, jauh dari apa yg disuarakan oleh media, pejabat bahkan oleh dosen-dosen di kampus..itu disadari betul oleh para penggiat di Graminea pada waktu itu, ini dirasakan ketika kita melakukan ekspedisi, ketika melakukan perjalanan, ketika melaksanakan berbagai kegiatan di alam. Begitu juga dalam kehidupan kampus…berbagai kebijakan kampus yang membelenggu, menghancurkan kesadaran untuk saling tenggang rasa. Selama aku di Mapala menjadi suatu masalah yang dibincangkan…saat melakukan ekspedisi misalnya, dengan gamblang kita akan melihat bahwa kenyataan di kampung-kampung yang dilalui, di kawasan hutan yang dilalui di pesisir dan di sepanjang sungai…sangat memprihatinkan…itulah kesadaran awal…Kesadaran seperti inilah yang terus dipegang dan menjadi dasar bagi beberapa penggiat Graminea dulu sampe sekarang. Waduh..kok malah kayak sok nasehatin yah…
Kembali kepengalaman dulu neh…suatu kali pernah Mapala Graminea ngadain kegiatan yang cukup besar, waktu itu GWO pertama, wow..seru deh…kan belum pernah neh bikin kegiatan yang skalanya nasional, jadi rada gimana gitu…hehehehe…Nah pas waktu mo cari dana, kita-kita sadar betul kalo hanya kasih proposal trus di tinggal di satpam..hasilnya ga bakal maksimal..alih-alih dapat bantuan, bisa-bisa malah masuk keranjang sampah…tul ga..??
Waktu itu dibuatlah siasat..(caileh…kayak mo perang aja..). Para “pencari dana” di memake pakaian yang rapih, dan diantar pake mobil…biar kalo masuk perusahaan atau instansi pemerintah diperhatikan dan dianggap tamu penting deh..eh bener juga tuh…hasilnya jauh beda dengan mereka yang dateng dengan baju planel dan jean butut (lagi musim waktu itu pakaian model gini)..apalagi kalo yang datang selain pake “baju perang” gitu memakai kalung yang rentengannya waw deh..banyak banget, dari mulai yg model kalung militer ampe tali prusik di ganduli berbagai liontin antik…(jadi ingat Kiss neh…hehehe…Pa Khabar Kiss…moga sehat dan bahagia bersama keluarga..).
Kreativitas anak Graminea emang membuahkan hasil yg baik, pokoknya walau pontang-panting..kegiatan itu sukses terlaksana…karena ada Udur yang luar biasa, Erwan yang ga kenal lelah, bantuan dari Paman Udhin alian Udhin CF (Chairuddin Fadli) dan Paman Arif (Arif Forqan), simpatisan Mapala yg banyak membantu…Salut dan Hormatku buat kalian berdua…
Lain Hal lagi neh waktu ngikutin atawa menghadiri undangan Dies Natalis Mapas Unpar, waduh..seru banget deh yang satu ini, waktu itu yang berangkat Aku sendiri, Udur, Win, Beno dan “si bungsu” Irvan Syarif…apa khabar kalian sekarang..?? Waktu kegiatan ini, sempat juga “rebutan” cewe…pokoknya ngaku dulu-duluan kenal deh.. tapi cerita tentang ini nanti aja yah…ntar kepanjangan…di epesode berikutnya deh….ga masalah tohk..??
Makasih deh atas pengertiannya….
purwanto berkata,
September 15, 2008 @ 9:50 pm
raja amang ne merangkai kata2,kwa ne menyalin ilmunya he…………..
fkusmana berkata,
September 16, 2008 @ 4:19 am
gubraaaaak…yang disalin malah bahasa yang melow..nya…
gaboek berkata,
September 16, 2008 @ 9:38 am
nah ini yang budaya tutur di tuangkan kedalam tulisan .. mantap. ingatan nya yang kuat atau membekas banar kh di hati kisahnya neh(membatin) hahhahahah
boes_325 berkata,
September 16, 2008 @ 10:29 am
film banget…hehehe…harus dibikin filmnya nihh.harusss…
fkusmana berkata,
September 16, 2008 @ 2:33 pm
hei guys…harus…bakal booming…apalagi kalo pas MUsta muternya…pemeran utamanya kah dah bisa tuh gaboek (dimirip2kan ai..tp suruh diet dulu pang) hahaaa
gaboek berkata,
September 20, 2008 @ 3:07 am
wah jauh banar auk mun jadi pemeran utamanya, sulit jah ai dietnya hahhah dan tanyakan gin dengan diri imak kaw lah diet hahhaha semakin aja nah parut… mun amang dera tu BABY PACE, kada ubah muha sidin aja gin aktornya tinggal di pupuri ja sedikit…. tebal
kentung berkata,
September 20, 2008 @ 6:37 am
kadada matinya sidin ni merangkai untaian kata2 menjadi sebuah cerita yang dapat dibukukan menjadi sebuah novel dan kemudian dijadikan sebuah film ha….ha….saingan sidin ni dion ja pang pinanya……..
boes_325 berkata,
September 20, 2008 @ 2:01 pm
ayu ja ..casting ja kena biar dapat yang pas.
fkusmana berkata,
September 20, 2008 @ 2:20 pm
kebanyakan nang di permak mun sidin pemeran utamanya..
gaboek berkata,
Oktober 22, 2008 @ 3:45 pm
kda jua mun amang dera , kada tapi bnyak jua mu dipermak…… mun kentung pang ..hahhahahahhaha banyak banar yang di permak eeeeehghhhhh sampai sedot sperma ohhh lemak maksudnya
diaN berkata,
Oktober 22, 2008 @ 5:05 pm
gara-gara “blame it on the rain” ada yang siup di Latdas VI……………